Kerjasama

Kampar Join Pakar Korea Bangun Pusat Pengelolaan Limbah Sawit

Sekelompok ilmuwan Korea yang tergabung dalam Kioka Korea   menemui Bupati Kampar Burhanuddin Husin. Mereka mengungkapkan kesepakatan kerjasama membangun pusat pengelolaan limbah sawit di Kampar.

Riauterkini-BANGKINANG-Masyarakat dan Cendikiawan Peduli lingkungan Korea yang tergabung dalam Kioka Korea akan segera membangun pusat pengolahan limbah kelapa sawit yang lokasinya dipusatkan di komplek Kampus Piltehnik Kampar (Polkam) dipinggir ruas jalan lingkar Bangkinang.

Kegiatan ini dalam bentuk kerjasama antara pihak Pemdakab Kampar dan pihak Koika Korea, dimana pihak Pemdakab Kampar akan menyalurkan dana sebesar lebih kurang Rp 4 miliar dan pihak Kioka Korea akan mengucurkan dana sebesar U$ 2.500.000.

‘’ Pembangunan pusat pengolahan limbah kelapa sawit tersebut sedikitnya ada empat tujuan yakni untuk kepentingan pendidikan (education), pemberdayaan masyarakat, kepentingan lingkungan (ekosistem) dan untuk tujuan komersial berupa produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah kelapa sawit berupa produk utama yakni pupuk yang dapat diperjualbelikan,’’ungkap Bupati Kampar, Drs H Burhanuddin Husin, MM pada acara menerima kunjungan tamu dari Korea dalam rangka pembicaraan lanjutan kegiatan pembangunan pusat pengolahan limbah kelapa sawit pada lahan seluas 3000 meter persegi yang berada dilahan kompleks Polkam Kampar yang hingga setakat ini memiliki lahan seluas 22,5 Ha tersebut.

Bupati berharap kepada pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah mengolah buah sawit menjadi CPO untuk memberikan dukungan dalam bentuk menyediakan secara cuma-cuma limbah cair dari limbah pengolahan CPO. Termasuk kesediaan untuk menyediakan tandan buah sawit berupa ‘tangkus’ untuk bahan baku.

‘’ Kesediaan memberikan secara cuma-cuma limbah cair dan tangkus tersebut oleh masing-masing perusahaan atau PKS harus dibuat dalam bentuk tertulis untuk kelangsungan operasional pusat pengolahan limbah kelapa sawit tersebut, ‘’ tegas Burhanuddin.

Kelak apabila sudah beroperasi maka pusat pengolahan limbah kelapa sawit tersebut memerlukan bahan baku berupa 10 Ton limbah cair perhari, tangkus sawit 100 kg per hari, abu 50 kg per hari, dan dedak 100 kg per hari. Sedangkan produk yang dihasilkan perhari dalam bentuk pupuk minimal 2 Ton per hari.

‘’ Kedepan diharapkan Kampar akan menjadi pelopor dalam hal penyelamatan lingkungan seperti sungai yang selama ini ternyata banyak tercemar oleh limbah pabrik. Dan bila limbah pabrik berupa limbah cair dari hasil pengolahan CPO diolah kembali, maka pencemaran akibat limbah pabrik akan semakin dapat dikurangi dan bahkan pada saatnya kelak limbah pabrik yang mengikbatkan berbagai pencemaran lingkungan itu dapat dihilangkan sama sekali,’’ujar Burhanuddin.

Dalam pertemuan dan diskusi tersebut terungkap bahwa selama ini limbah cair dari hasil pengolahan CPO di PKS-PKS terbuang secara percuma dan menjadi limbah pabrik atau tepatnya limbah PKS, padahal limbah cair tersebut dapat diolah lebih lanjut menjadi pupuk. Produk biodiesel dan juga berupa biogas.

http://www.koica.go.kr/english

Popularity: 49% [?]


One Comment

  1. Comment by misbachul ulum:

    Dengan Hormat,

    Bersama ini saya bermaksud menawarkan kerjasama kepada perusahaan/ investor untuk kegiatan pengolahan limbah kelapa sawit di daerah palangkaraya, kalimantan tengah.

    terima kasih,

    Misbachul Ulum
    HP. 0812-82408328

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*