Dengan mempertimbangkan faktor lingkungan eksternal dan lingkungan internal, maka disusunlah arah pengembangan Politeknik Kampar untuk periode 2013 – 2032.  Berdasarkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, Politeknik Kampar berupaya menangkap semua peluang yang ada, dan mempersiapkan diri untuk mengantisipasi tantangan yang mungkin akan terjadi. Untuk itu, Politeknik Kampar berfokus pada 4 arah pengembangan utama yaitu: pengembangan kelembagaan, pengembangan akademik, pengembangan penelitian dan pengembangan pengabdian pada masyarakat.

Hingga tahun 2032 direncanakan Politeknik Kampar akan menempuh 2 tahap utama yaitu Teaching University (2013 – 2022) dan Research University (2023 – 2032). Kedua tahap tersebut akan dilaksanakan masing-masing 2 periode.

Adapun sasaran-sasaran yang tertuang dalam Milestone tersebut telah memiliki tonggak-tonggak pencapaian visi sebagai berikut:

Tahap 1 : Teaching University:

  1. Periode 1 (2013 – 2017) Politeknik Kampar menuju perguruan tinggi yang unggul di pendidikan vokasi berbasis teknologi terapan
  2. Periode 2 (2018 – 2022) Politeknik Kampar menuju perguruan tinggi yang inovatif terhadap teknologi terapan melalui penelitian.

Tahap 2 : Research University:

  1. Periode 3 (2023 – 2027) Politeknik Kampar menuju perguruan tinggi yang terkemuka berbasis industri sawit.
  2. Periode 4 (2028 – 2032) Politeknik Kampar menuju Politeknik yang unggul, inovatif dan terkemuka berbasis teknologi terapan.

Periode I (2013 – 2017): Unggul Berbasis Teknologi Terapan

Pada akhir periode I, diharapkan Politeknik Kampar mampu memenuhi indikator capaian yang telah ditetapkan untuk menjadi Politeknik yang Unggul berbasis teknologi terapan. Unggul dimaknai sebagai kemampuan institusi dalam bersaing dengan pihak lain di bidang teknologi terapan baik pada ranah nasional, regional, maupun internasional.  Keunggulan institusi berbasiskan teknologi terapan ini dibangun dari pengembangan karakter mahasiswa, pendidikan vokasi yang meliputi karya-karya akademik, penelitian dan pengabdian, serta pengelolaan kelembagaan.  Untuk mencapai itu semua, terdapat 3 sasaran yang harus dilakukan oleh Politeknik Kampar di periode pertama ini, yaitu pengembangan kemahasiswaan, pendidikan vokasi berkualitas, dan tata kelola politeknik.

Periode II (2018 – 2022): Inovasi Teknologi Terapan

Periode II berfokus untuk menuju perguruan tinggi yang inovatif terhadap teknologi terapan. Hal ini dapat diwujudkan dengan meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. Penelitian akan diarahkan kepada pengembangan teknologi terapan. Adapun hasil dari pengembangan teknologi terapan tersebut akan diterapkan pada masyarakat maupun industri. Selain itu, keluaran dari penelitian juga dapat menjadi bahan ajar untuk pelasanaan pendidikan di Politenik Kampar. Untuk mendukung peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka tata kelola yang saling terintegrasi perlu segera diwujudkan. Pada periode ini, konsep technopreneurship juga akan mulai dikembangkan sebagai salah satu sumber dana untuk Politeknik Kampar.

Periode III (2023 – 2027): Terkemuka Berbasis Industri Sawit

Pada tahap ini, Politeknik Kampar berada pada masa transisi dari Teaching University menjadi Research University. Politeknik Kampar dituntut untuk memiliki kedalaman knowledge agar dapat menjadi terkemuka berbasis industri sawit. Oleh karena itu, Politeknik Kampar harus terus melakukan pengembangan dan penelitian dengan fokus utama adalah teknologi sawit.

Untuk dapat melaksanakan pengembangan dan penelitian yang berkualitas, perlu dipersiapkan juga sumber daya manusia dan fasilitas yang juga berkualitas.

Periode IV (2028 – 2032): Unggul, Inovatif, Terkemuka Berbasis Teknologi Terapan

Pada periode ini, Politeknik Kampar harus mampu melakukan pengembangan yang diperlukan untuk menjadi Research University. Kerjasama dengan pihak industry maupun dengan pemerintah atau dengan pihak ketiga lainnya sangat diperlukan untuk mendukung biaya-biaya riset yang cukup besar. Hingga pada akhirnya, Politeknik Kampar tidak hanya menjadi research university, namun juga akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan (Research and Development Center) untuk teknologi sawit pada skala regional.